Saya sangat menyukai kopi, saya biasa minum empat sampai
enam gelas dalam sehari baik siang ataupun malam. Walaupun saya sedang tidak
bekerja sepertinya saya tidak segan untuk memesan kopi hitam favorit saya,
selalu saja ada teman-teman yang membayarnya ,saya juga tidak berat hati untuk
membayar kopi buat teman-teman saya kalau saya sedang kelebihan rezeki. Tempat
minum kopi saya bukanlah di kafe, tapi ini hanyalah sebuah warung kopi
tradisional yang tidak ada dinding dan sangat terbuka. Kalau sedang tidak
bekerja saya bisa duduk ber jam-jam lamanya bahkan bisa sampai larut malam,
pulang satu teman datang lagi teman yang lainnya. Mereka yang mempunyai
kesibukan pekerjaan biasanya ngumpul sore sampai malam hari, bahkan ada juga yang
mencuri-curi waktu untuk sekedar memesan segelas kopi disela-sela pekerjaan
nya. Jadilah warung kopi itu sebagai tempat kami selalu berkumpul dan bercerita
banyak hal, termasuk lowongan pekerjaan dan peluang usaha. Jadi jangan lah
menganggap tongkrongan ini sia-sia. Diwarung kopi ini pula kami berkenal dengan
banyak orang dengan berbagai latar belakang pekerjaan. Dimulai sering melihat
kemudian bertegur sapa dan selanjutnya jadilah pertemanan dan juga pertalian
bisnis. Diwarung ini pula saya sering menerima informasi pekerjaan-pekerjaan.
Susana menjadi lebur dan sama tujuan yakni menikmati kopi, dan kami tidak
pernah menyebut diri kami sebagai komunitas peminum kopi.
Suatu ketika saya duduk didepan rumah sambil minum kopi
karena keluarga membutuhkan saya dirumah, saya melihat sepasang cicak yang
sedang bertengkar di plafon teras rumah, saling menggigit bagian leher dan
muka. sepertinya ada yang mereka perebutkan. Entah kenapa tidak ada keinginan
saya untuk melerai perkelahian itu, saya biarkan saja beberapa saat sampai
mereka berhenti sendiri. Ada yang kalah salah satu diantar cicik itu karena
yang kalah ternyata memilih untuk menyingkir menghindari perkelahian berlanjut.
Hal yang menarik selanjutnya ialah ternyata selang beberapa
saat kemudian mereka mulai berdekatan lagi dan tidak melanjutkan perkelahian,
sepertinya mereka sudah lupa dengan kejadian yang terjadi hanya beberapa menit
yang lalu. mereka tidak saling mendendam, yang menang tidak merasa hebat dan
terus-menerus menjajah yang kalah, sementara yang kalah pun tidak selanjutnya
memikirkan cara untuk mengumpulkan kekuatan baru supaya bisa mengalahkan
pemenang tadi. Ketika suatu pertikaian selesai maka selesailah perkelahaian
diantara mereka.
Semua cicak modelnya sama saja, tidak ada banyak perbedaan,
hanya warna kulit saja yang membedakan mereka menjadi, tapi mereka tidak
menjadikan satu golongan lebih unggul dari golongan yang lain. Dan saya yakin
cicak itu bertengkar bukan karena perbedaan tersebut, tetapi cenderung pada
merebut jatah makanan saja. Seekor cicak merebut makanan dengan cara berkelahi
adalah cara mereka, namun kita manusia tentu saja mempunyai cara-cara yang
lebih santun untuk mendapatkan bagian nya. Bukankah kita meyakini bahwa semua
mahkluk termasuk manusia dijamin kecukupannya oleh Allah.SWT.
- Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi, melainkan semua dijamin oleh Allah rezekinya. Dia menegetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz) {Hud: 6}
Manusia adalah mahluk yang diciptakan sangat sempurna, tidak
ada yang lebih dan kurang, semua diciptakan sangat sempurna dan berimbang. hanya
yang bertaqwa sajalah yang memiliki tingkat tertinggi di mata Allah.
- Wahai Manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.{Al-Hujarat: 13}
- Wahai manusia! Jika kamu meragukan hari kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu ari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai pada usia dewasa, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tumbuhan) yang indah. {Al-Hajj: 5}
Kalau demikian adanya apa alasan kita untuk membanggakan
diri, wajah yang rupawan dan tubuh yang sempurna bukan lah hasil karya kita,
karena kita sama sekali tidak mengetahui keadaan kita didalam rahim.
Begitu juga dengan kerukunan antar umat beragama, jelas
sekali disebutkan bahwa Agamamu bagimu dan agamaku bagiku. Namun kenapa banyak
terjadi golongan pada manusia, golongan berdasarkan agama, golongan berdasarkan
ras juga golongan berdasarkan suku.
Terciptanya
golongan karena adanya persamaan. Dan perselisihan antar golongan
terjadi karena ada
golongan yang merasa lebih unggul dibanding dengan golongan lain. Kita
harus
menyadari bahwa itu harus diperbaiki oleh setiap orang, dimulai dari
memperbaiki diri, dalam keluarga dan
tetangga, memperdalam keyakinan makna dalam Al-Qur'an bahwa semua
manusia sama yang penciptaannya melalui proses yang sudah
ditentukan-Nya.
Selanjutnya berkembang bahwa saya, lingkungan saya, kabupaten, propinsi, suku dan negara
saya sama dengan negara lain yang penduduknya juga manusia, benua saya sama
dengan benua lain karena kita masih dalam satu planet bumi. Bukankah sering
kita dengar perumpamaan bahwa manusia itu bagai pasir dipantai, kalau kita
mencoba memahami maka kita mungkin kita akan berkata bahwa mungkin kita lebih
kecil dari pasir itu. Begitu banyak ciptaan Allah yang tidak diketahui manusia,
nah kalau kita tidak mengetahui bagaimanapula kita mengklaim kita yang paling
berkuasa atau yang paling hebat sementara kita tidak mengetahui batasan ilmu,
ketidakmengetahui ini membuat kita seperti katak dibawah tempurung. hanya Allah
yang mengetahui segala sesuatu walaupun itu tersembunyi, walaupun itu hanya
terlintas dalam hati, Dia yang maha Agung yang agungnya tidak terjagkau oleh
manusia, karena kalau masih terjangkau belumlah dianggap agung. Sementara
manusia adalah mahkluk yang tugas utama nya adalah bertaqwa kepada-Nya, berprilaku
sebagai manusia dan menghormati sesama manusia karena kita adalah sama.
Hendaknya persamaan yang menciptakan golongan atau komunitas
sebagai wadah untuk saling berbagi dan mengisi kekosongan, bukan menjalin
kekuatan untuk mengalahkan golongan yang lain. Mestinya perbedaan-perbedaan
menjadikan kita semakin kagum kepada Sang Pencipta, bukan sebaliknya menggali
lagi perbedaan yang yang menjurus pada perpecahan. Semoga kita bisa lebih santun dari seekor cicak.
Alhamdulillah.
sumber gambar : youtube.com


0 comments:
Post a Comment